Dosen Berprestasi se-Indonesia, Berhasil Raih Gelar Profesor di Usia Muda
Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda pada Oktober 2019 lalu, Dr. Anuraga Jayanegara, S.Pt, M.Sc dinobatkan sebagai Peringkat 1 Dosen Berprestasi Nasional untuk Kategori Sains dan Teknologi oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, RI. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada dosen yang telah menghasilkan karya inovasi yang sangat bermanfaat bagi pembangunan nasional.
Anuraga adalah dosen (Lektor Kepala) di Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, IPB University. Sebelum mengabdikan diri di IPB, pria kelahiran Bojonegoro, 2 Juni 1983 ini juga merupakan alumni dari IPB. Ia menempuh jenjang S1 pada bidang studi Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan IPB University tahun 2003.
Kemudian melanjutkan bidang studi Ilmu Pertanian di Daerah Tropis dan Subtropis (Minor Nutrisi Hewan), University of Hohenheim, Stuttgart, Jerman untuk jenjang S2. Dan menempuh pendidikan S3 di jurusan Nutrisi Hewan, Swiss Federal Institute of Technology (ETH) Zurich, Switzerland.
Tak hanya aktif mengajar, Anuraga juga dipercaya mengemban sejumlah amanah di IPB University. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Program Studi Pascasarjana Ilmu Nutrisi dan Pakan, Fakultas Peternakan IPB, serta Pembina UKM Forum for Scientific Studies (FORCES) IPB.
Dalam menggeluti dunianya sebagai dosen, tidak hanya mengajar ia juga menulis artikel ilmiah. Dan menulis artikel ilmiah itu dijadikan sebagai suatu kegiatan hariannya. Setelah menempuh pendidikannya dan menggeluti dunianya menjad dosen, ia berhasil mendapatkan gelar professor yang telah di tetapkan oleh Mentri Pendidikan, Kebudayaan, Riset Teknologi (Mendikbud Ristek) pada 2021.
Pada Maret 2021, ia mulai mendalami ilmu agama dengan kelas karyawan Program Magister Pendidikan Agama Islam di Universitas Muhammadiyah Tanggerang.
Selain menempuh dunia Pendidikan dan mengajar di Indonesia, ia juga memberi perkuliahan sebagai dosen tamu di berbagai kampus internasional, seperti di Hiroshima University, Jepang, Mie University, Jepang, Ghent University, Belgium, Poznan University of Life Sciences Polandia, dan di almamaternya sendiri, ETH Zurich, Switzerland.
Tentunya bisa mengajar sebagai dosen tamu di berbagai kampus internasional membutuhkan perjuangan. “Hal penting lainnya adalah meminta doa orang tua, keluarga dan orang-orang soleh. Jangan pernah menyerah, terus persisten menghadapi ujian dan tantangan yang ada. Ini semua karena pertolongan dan kehendak dari Allah SWT,” ucap Anuraga. Di luar kampus, dia juga aktif sebagai Anggota Asian-Australasian Association of Animal Production (AAAP), Anggota European Association of Animal Production (EAAP), serta Anggota Livestock Emissions and Abatement Research Network (LEARN). (*)
