Sang Legenda Perfilman Indonesia

Direktur StarVision Plus (Perfilman) Alumni IPB Angkatan : Lulus Tahun 1982 Jurusan/Fakultas : FAPERTA-S1

Setiap orang memiliki passion tersendiri dalam dirinya baik yang memang ada sejak awal, tumbuh bersama dirinya, ataupun terbentuk dari lingkungan sekitar. Program studi apapun yang diambil dan dijalankan selama masa kuliah bukan berarti akan menghambat atau mengharuskan setiap orang menyesuaikan diri dan berhenti mengembangkan passion-nya.

Seperti Chand Parwez Servia, Alumni Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (Faperta IPB) yang lahir di Tasikmalaya, 18 Februari 1959, merupakan sosok legendaris belakang layar yang sukses di dunia perfilman.

Passionnya di dunia perfilman berawal dari sejak remaja membantu kakaknya yang merupakan pengusaha bioskop sejak ia duduk di bangku SMA. Kecerdasan Parwez membuatnya tetap sanggup menyelesaikan studi di IPB hingga gelar Insinyur meskipun sambil mengurus bioskop-bioskop itu.

Siapa sangka, berawal dari keringanan tangannya membantu kakanya, Parwez kini telah menjadi bos sebuah rumah produksi yang bernama Star Vision Plus.

Meskipun berbeda dengan kelimuan yang didapat di perkuliahannya, Parwez tetap semangat mengambil hal baru yang dapat bermanfaat untuk passionnya di dunia perfilman.

Parwez mengakui bahwa dunia perfilman merupakan panggilan jiwanya sehingga pemilik bioskop Bandung Theatre yang yang pernah menyabet tiga kali penghargaan Malidar Hadiyuwono di ajang Festival Film Indonesia (FFI) ini selalu total dalam melakukan setiap pekerjaannya.

Parwez mendirikan PT. Kharisma Jabar Film di Bandung pada pertengahan tahun 1985 dan memproduksi film ‘Si Kabayan Saba Kota’ yang berhasil menjadi sebuah gebrakan fenomenal hingga mendapatkan penghargaan film komedi terbaik FFI pada tahun 1989. Ia juga lah penggagas ajang Festival Film Bandung (FFB) yang hingga kini masih populer dan berjalan secara independen.

Industri perfilman sempat terpuruk, namun Parwez tak lantas berputus asa, ia malah menjawab tantangan bisnis dengan mendirikan Starvision di tahun 1995 yang merupakan rumah produksi dengan sederetan produksi sinetron dan acara televisi. Prinsip yang dipegang Parwez salah satunya adalah dalam hidup manusia harus senantiasa saling mengingatkan dalam kebaikan, inilah yang kemudian membuatnya selalu berusaha menyampaikan nilai-nilai baik dan pesan moral melalui tayangan-tayangan produksi Starvision.

Parwez yang juga aktif dalam berbagai organisasi perfilman seperti Gabungan Perusahaan Bioskop Seluruh Indonesia, Forum Film Bandung, Persatuan Perusahaan Film Indonesia, sekaligus menjadi Direktur Utama PT Kharisma Starvision Plus dan PT Kharisma Jabar Film senantiasa menjalankan kepemimpinannya dengan bersahaja dan kooperatif.